Tunjuk Satu Bintang...

Coba kau tunjuk satu bintang
S'bagai pedoman langkah kita
Ya...begitulah mengapa saya ingin jadi bintang...ya karena hakikat bintang yang satu itu yang menyadarkan saya bahwa hakikat hidup haruslah seperti ini pula. Menjadi manusia yang bisa menjadi membawa perubahan untuk kemashlahatan ummat, menjadi manusia yang bisa mengubah wajah kotor dunia menjadi wajah ceria diselimuti syari'ah. Lewat media apapun, sekalipun hanya lewat pena. Dan mungkin Allah telah membawa saya pada arus untuk memeriahkan bumi lewat pena. Berjuang melesatkan mimpi saya agar kiranya kalian mampu men-jabat erat hasil karyaku…Hingga terbias warna syahdu...


Akan ku ukir satu kisah tentang kita
Semuanya saya awali menulis tentang saya, dan sahabat-sahabat saya. Inspirasi pertama dalam dunia kepenulisan saya...kalian...sobat sejati saya. Maka betapa inginnya saya menumpahkan segalanya tentang kalian dalam induk cerita bertajuk "Tentang Kita", dimana baik dan buruk terangkum oleh indah.

Lalu selanjutnya Akan ku cerna semua karya cipta kita
, mencernanya dalam memori, hati, dan pikiran saya tentang semua hal yang membuat saya mampu terus membiarkan jari-jari saya mengurai makna dalam "Tentang Kita". Lalu akan tiba saat dimana saya harus mengeluarkan segala bentuk kemampuan saya mengeksplorasi hati saya untuk mampu merangkai cetakan yang didalamnya terurai semua dimana hitam dan putih terbalut oleh hangatnya cinta.

Dan bila semua terwujudkan...
Maka saya akan sangat bangga karena mampu menempatkan kalian sebagai sumber inspirasi sekaligus penyemangat saya untuk tetap bertahan berdiam lama di depan laptop, membuat saya kuat untuk terus merangkai tiap kata demi mengejar deadline. Saya benar-benar merasa beruntung Allah menggariskan jalan hidup saya bertemu dengan sosok-sosok penuh warna seperti kalian. Kalian luar biasa. Atas semua yang sudah saya capai, terima kasih banyak dan ini semua untuk kalian...

Teruntuk semua nama yang berhasil menyentuh hatiku, menyuntikan semangat ke darahku, mengalirkan ceria ke raut wajahku...

Di sisimu s'lalu hariku

Tunjuk Satu Bintang
Sheila on 7

ya...aku malu...

Bila aku mau...
maka aku akan membisu...
dalam bisu itu...
ada harap yang semoga saja tak semu...

Aku merebahkan diri pada bantalan nasib...
menoleh ke sisi kiri pada rimbunan ruput kering tajam yang masuk ke sela-sela jari...
lalu melempar pandang pada jajaran tulip warna-warni yang bergoyang seirama di sisi kananku...

Laluaku menatap surya...
mengutarakan tanya lewat pandang...
tanpa nyata suara...
berbisik sendu padanya lewat nurani...
mempertanyakan semua yang ku pandang...

kemudian aku berceloteh kecil tentang diriku...
membuka sisi mendung yang terpendam...
lalu aku membuka ruang memoriku...
melihat keindahan dan aroma segar perjalanan hidupku...

Tiba-tiba aku merasa..
terjebak kabut pekat abu-abu...
aku menunduk malu...
pada jejakku yang kaku...

ya...aku malu...
dan aku beruntung masih bisa merasa malu...

Beautiful Girl

Beautiful girl, wherever you are
I knew when I saw you, you had opened the door
I knew that I'd love again after a long, long while
I'd love again.

You said "hello" and I turned to go
But something in your eyes left my heart beating so
I just knew that I'd love again after a long, long while
I'd love again.

It was destiny's game
For when love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.

Whenever you are, I fear that I might
Have lost you forever like a song in the night
Now that I've loved again after a long, long while
I've loved again.

Beautiful girl, I'll search on for you
'Til all of your loveliness in my arms come true
You've made me love again after a long, long while
In love again
And I'm glad that it's you
Hmm, beautiful girl.




*Berharap lagu ini dinyanyikan oleh seseorang untukku...
seseorang yang namanya telah tertulis di Lau Mahfudz sebagai jodohku...

Mata...Bintang...Arah...

Beberapa hari yang lalu saya berbincang akrab dengan seorang sahabat yang berprofesi sebagai reporter. Perbincangan kami memang agak aneh namun sangat menyenangkan. Malam itu kami berdiri di depan jendela lantai tiga tempat kami menghabiskan segenap kelihaian jari kami menata kata.

Dia bilang,"Langit indah betul,De".
"Ya, indah banget mbak...kayaknya bakal betah berlama-lama di sini" Jawab ku seadanya.

Saya tau dia sedang memikirkan hal yang pastinya tak biasa orang lain pikirkan.

"Kamu beruntung dapat nama Bintang Bungsu, De", katanya memecah senyap.
"Iya mabak...rasanya terlalu luar biasa Hny dipanggil seperti itu" Lagi-lagi saya hanya menjawab seadanya.

Setelah kalimat ku barusan, saya hanya memperhatikan dia yang sibuk melenggangkan pandang ke arah langit. Terkadang tersenyum, seperti menghitung, sesekali menunduk tegang. Tapi entah kenapa, saya sangat menikmati menonton raut mukanya yang berganti-ganti itu.

"Kau tau kenapa kami begitu mudah menamakanmu Bintang Bungsu?" Tanyanya dalam hening.
Saya pun menggeleng perlahan, seraya menunjukkan ekspresi wajah penuh keingintahuan.

"Kami lihat itu dimata mu,De. Kamu tau apa yang pertama Poenix kita ceritakan tentang interview mu pada kami? Dia tidak membahas tulisanmu, dia juga tak menceritakan jalannya diskusi kalian, tapi dia menceritakan mata mu, dan yang ada di baliknya".

Saya sejenak mengingat-ingat tentang kejadian beberapa bulan lalu saat saya pertama kali bertemu dan berbicara pada sepasang Poenix luar biasa yang saya temui.

"Dia melihat banyak bintang di mata mu..."

Jujur saja, saat itu saya benar-benar merasa sangat Gede Rasa alias GR. Sebenarnya saya merasa bahwa memang kelebihan dan anugerah yang Allah berikan pada saya salah satunya adalah mata saya. Tapi saya tidak pernah menyangka bahwa ada orang lain yang menangkap hal-hal tak biasa dari mata saya, bahkan yang sama sekali tidak saya ketahui.

"De, terangkan pada saya kenapa kamu suka bintang?" Dia mengagetkan ku.
"Hemm...Hny suka bintang karena cahayanya mampu memecah kegelapan malam. Bintang itu benar-benar penghias langit malam yang mampu menambah kesyahduan malam. Bintang yang kadang harus mengalah pada mendung, tapi tak pernah lelah bersinar. Bintang yang berpijar nyata bernama matahari, yang menjadikan siang begitu benderang. Satu hal lagi, bintang yang Hny kagumi karena keelokan bentuknya yang berperan sebagai penunjuk arah."

Dia menatapku lekat, lalu membalikkan pandang pada langit yang kali itu benar-benar terlihat sangat indah.

Lalu dia berkata lagi, "Kalimat terakhir itu, De. Harapan kami saat nama itu kami berikan untukmu. Indah tak sekedar rupawan, menyala tak sekedar terang, tapi bersinar dengan sejuta manfaat yang nyata. Penunjuk arah...saya suka itu"

Entah kenapa, saya justru terpaku dan membisu saat dia melontarkan kata-kata itu. Ringan sekali dia berujar, tapi sangat dalam untuk dijabar. Ahh...penulis gila ini membuatku tertegun. Saya kembali melihat wajahnya yang tirus, matanya yang cekung dan tajam, hidungnya yang mancung, dan dagunya yang runcing. Saya perhatikan terus, dia memang cantik dan terlihat sangat cerdas. Saya jadi malu pada panggilan saya sendiri. Saya seketika merasa tidak pantas mendapat penggilan itu.

Dan lagi-lagi dia mengagetkan saya,"Kamu pantas dipanggil itu, De".
Ahh...biarkan saya menyembunyikan sesuatu dalam pikiran saya. Saya yang merasa sudah ditebak jalan pikirnya, cuma bisa tersenyum. Malam yang benar-benar indah bersama seorang wanita cerdas sepertinya.

Setelah itu pun, dia menarik tangan saya, mengajak saya pulang. Sambil berkata,"Bintang Bungsu jangan redup ya!!! Sekarang kita pulang, istirahat untuk menjaga pijar nyala ruh kita"

Ahh...senangnya disayang dan dicintai seperti ini...
Saya sayang Mbak Bian...
Saya sayang kalian Para Penjelajah...

Jangan tanya "kenapa" padaku...

aku ingin melepas penat dihamparan padang rumput hijau...
merebahkan badan diantara rumput-ruput yang bergoyang seiring angin...

melepas penat...sambil menangis...
sendiri...
kenapa sendiri???
karena aku ingin menangisi kesedihanku sendiri...
tanpa ada kata "kenapa"

namun pilu rasanya saat rimbunnya rumput itu sama sekali tak menjawab getar hatiku...
tak merespon teriakku...
hanya bergoyang tanpa hirau padaku...

karena itu...
aku ingin menangis...
dihadapan kalian...karib sejatiku...
bukan ingin menyusahkan atau membuat kalian resah melihatku...
tapi aku butuh anggukan kepala...
usapan di kepala, kata-kata manis menyejukan...

aku ingin menangis dihadapan kalian...
dalam rengkuh tangan kalian...
menggenggam erat jemari kalian...

satu yang ku pinta...
jangan tanya "kenapa" padaku...

Jumat Brilliant

Hemmm....gak lembur...
menyenangkan sekali...
bisa istirahat di rumah...

Jumat Brilliant...
Tau gak kenapa???
karena hari ini, aku bisa masak full menu tanpa bantuan siapa pun...
dari mulai belanja sampai nyajiin di meja makan...

Sambel goreng kentang-ati...
Ayam geprek...
Sayur daun singkong...
Sambeli iji pake teri...

emmm....yummi...

Ayah bilang,"emm...enak juga, gini donk ini baru anak gadis ayah!"
(dalam hati aku berpikir, jadi selama ini aku anak gadis siapa???)
Mama nyeletuk,"kalo pinter anak ayah, kalo nakal anak mama!"
(hahaha...nyindir banget)
Adeku nyamber,"bisa juga masak, dikirain cuma bisa makan...hahaha"
(comment yang menyebalkan...)

Apapun komentarnya, yang jelas ini kesuksesan besar dalam karier memasakku...(lebay)
mudah-mudahan bisa terus dipertahankan, supaya kalo dah berkeluarga gak bingung lagi.

emmm....ayah juga bilang gini, "kalo masakannya dah enak gini mah baru boleh nikah..."
hahaha...cuma dimulut...
kenyataannya ayah pasti belum rela melepas anak gadis semata wayangnya ini...
apalagi dah mulai bisa masak...
apa bisa serela itu..???

Jumat brilliant...
mudah-mudahan berlanjut ada sabtu brilliant, minggu brilliant, senin brilliant....
pokoknya semua hari kudu jadi brilliant...

semangat Bintang bungsu!!!

Kepingan Kisah D4

Kelas itu....tak terlalu besar, agak gelap, urutan ke2 dari belakang, berhadapan dengan UKS yang kemudian jadi ruang Mading...

dari situlah.....semua berawal....Kelas 2 D....SMP 91 Jakarta

.......................***....................................................

Tahun tengah, awal kisah kami dimulai...
Berasal dari kelas yang berebda saat kelas 1, tak membuat kami menjadi sungkan atau tak bisa menyesuaikan diri...
bersaing dalam nilai akademik, juga sama sekali tidak membuat kami ada dalam wilayah persaingan busuk kelas teri...
Kami yang bertemu dalam suasana yang cukup aneh...merasa dekat dalam pembicaraan yang aneh...

................................................F4.............................................

Perkenalkan....
Si rame Henny Pratiwi...
Si energik Vinna Marwa...
Si lugu Yossy Eko Arimbi...
Si ceria Dwi Indah Setiawahyuni...
Si kalem Maya Widyasrini...

Dipersatukan karena F4...
masih ingatkan tentang boyband asal.....(asal mana c mereka?)yang terkenal dengan serial "Meteor Garden".
Sebenernya c waktu itu yang ngefans berat ma mereka cuma Vinna (Jerry Yan), Imbi (Ken Zu), dan Dwi Indah (Vic Zou), sedangkan aku dan Maya hanya penggembira yang lama-kelamaan terpengaruh mereka bertiga. terpengaruh untuk memihak salah satu dari idola mereka....
Aku akhirnya memihak Imbi untuk sedikit memberi kesempatan Ken Zu untuk membnagun opiniku tentang dia yang menurut Imbi ganteng itu. Sedangkan Maya....aggghhh jujur saja sampai saat ini aku gak tau dia akhirnya memihak siapa....

Secara tidak langsung F4 telah berperan besar dalam terbentuknya Genk luar biasa di kelas 2D itu....Genk pertamaku....(hahaha...sebenarnya aku terpingkal0pingkal menyebut D4 sebagai sebuah Genk).

D4....kalau ada yang berpikir kami menamakan D4 karena ingin mirip F4...emmm terkaan itu agak kurang tepat...itu hanya kebetulan saja...
D4....lebih tepatnya karena kami kelas 2D....D itu huruf ke empat...jadi deh D4....
dan terima kasih untuk Vinna yang mencetuskan nama itu untuk pertama kalinya...
hingga akhirnya D4 menjadi identitas kami sampai masa kelulusan SMP...

kami melewati banyak hal...gak cuma yang manis-manis tapi juga yang sedih bahkan pahit...
dari mulai masalah di sekolah, keluarga, hingga masalah si merah jambu....
lucu kalau mengingatnya.....
Jujur saja....mereka adalah orang-orang yang mengajarkanku arti sahabat sesungguhnya...
dan mereka adalah sahabat-sahabat pertamaku....

Persaingan di kelas 2 kami hadapi bersama, bahu membahu dalam belajar. Bergiliran ke rumah personil D4 untuk belajar kelompok, nonton film India, joget2 bareng, atau sekadar ketawa-ketawi gak jelas...
Kami selalu ingin bersama dalam setiap kelompok kerja...ikut ekskul yang sama "Mading"...dan ikut camping sama-sama.....

Indah banget mengenang masa-masa luar biasa itu...

Persahabatan itu terus berlanjut sampai ke kelas 3...
bersama menghadapi tantangan senagai Anak Baru Gede...yang harus pintar menemukan jati diri...
persahabatan kami gak lurus-lurus aja...
malah di kelas 3 kami banyak menemui hal-hal yang nyaris merusak persahabatan indah kami...
dalam banyak hal...khususnya soal si merah jambu....
hahaha...kekanak-kanakan sekali kami saat itu....
tapi ya itulah persahabatan kami....
namun di tahun ke-3 pula lah kami menemukan anggota baru.....
Triana Lestari...sang pendatang baru...
sempet Dwi Indah bilang,"sekarang namanya D4 plus"...
hahaha...entah apakah itu sebuah pengesahan atau celotehan belaka...
tapi yang pasti...kami kehadiran belahan jiwa yang lain...
saudara baru....yang akhirnya melengkapi khazanah sifat dan prilaku D4 plus....

Hari-hari di SMP waktu itu sangat menyenangkan...
hingga kami harus terpisah karena kata "kelulusan"....
Ahhh...sedih sekali rasanya membayangkan harus pisah dari wajah-wajah penuh tawa itu...
tak bisa membayangkan akan jarang melihat senyum dan tawa mereka yang meledak itu....

Entah mengapa aku merasa menjadi yang paling sedih....

Ya...karena aku harus menjalani bagian dari takdirku....sekolah Di Sekolah Menengan Analis Kimia Bogor...yang kata orang jauh, sibuk, gak ada waktu main...
sedangkan mereka sekolah di SMA di jakarta yang berdekatan, bahkan 1 sekolah...
Imbi, Vinna di SMA 39...
Maya di SMA 8...
Nana dan Dwi Indah di SMA 99...

Terbukti sudah....ternyata benar...akulah yang sering absent saat mereka kumpul-kumpul...
aku yang nyaris tak pernah setor muka saat mereka bercengkrama bersama....
Agghhh....aku sedih....

.....................................................*****...................................................

Allah selalu punya rencana yang Maha Dahsyat untuk hamba-hambanya...
sekarang kami tumbuh menjadi gadis-gadis remaja dengan umur rata-rata 21 tahun di tahun 2010 ini...
kami tengah meniti jalan hidup kami...
berjuang meraih mimpi-mimpi kami....
Aku menjalani rutinitasku sebagai seorang Analis Kimia sekaligus mahasiswi jurusan kimia di STMIPA Bogor dna nyambi jadi penulis lepas....
Vinna sibuk menjalani keluar biasaan karunia-Nya di STAN...
Imbi asyik mengarungi mimpinya menjadi dokter gigi di UNPAD...
Dwi indah menikmati ngitung-ngitung di Trisakti jurusan accounting....
Nana sedang meniti ilmu managment di Bakrie University...
Maya asyik meraih cita sebagai arsitek di UI....

Aku beruntung punya sahabat-sahabat yang sangat luar biasa seperti kalian...
Do'aku untuk kesuksesan kalian selalu terucap di akhir sholatku...
Aku rindu kenangan 8 tahun yang lalu....ingin rasanya terulang kembali...

Sahabat....D4 Plus....akan menjadi kepingan romansa terindah yang terbingkai apik di hati kita...
setiap saat dapat dilihat dan dibuka....
Sahabat pertama yang aku miliki....

Sungguh.....
Aku mencintai kalian karena Allah.....
advertise here
advertise here
advertise here
advertise here