Sudah lama tidak main ke kubik nyamanku...
masih tetap biru...
masih tetap sederhana...
lukisan wajahku tetap terpajang manis di sudut nya...
bangkunya pun masih nyaman untuk diduduki...
tidak ada yang berubah...
Aku berjalan mengitari ruang penuh inspirasi itu...
dan pandangku langsung tertuju pada whiteboard di ujung ruang tengah...
aku melihatnya seksama...
tertawa kecil membaca celotehan-celotehan jenaka di dalamnya...
dan ku sadari...
nama Bintang Bungsu sudah absent terlalu lama dalam meramaikan papan itu...
Biasanya aku rajin menulis setiap kali datang...
walau hanya kata SEMANGAT dengan 3 tanda seru...
atau sekedar kalimat, "Lihat inspirasi berterbangan di mana-mana"...
aku senang...
Sudah lama memang tidak membaur dengan Para Penjelajahku yang luar biasa...
minum teh bersama...
duduk di pinggir jalan, memandangi langit, bintang, dan gemerlap lampu Rasuna...
atau makan kacang di balkon lantai 3 sambil membahas berita terhangat di negeri ini...
sudah lama memang...
Setelah kubik mungilku...
ruang selanjutnya yang ku sambangi adalah ruang Phoenix ku yang sangat ku rindukan...
betapa senangnya aku, saat aku bisa menatap sepasang wajah menyejukan itu...
ku peluk sang phoenix betina...dan si jantan pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya...
setelah puas bercengkrama singkat namun berkualitas itu...
aku menuju tengah ruangan...
berdiri diatas meja kecil yang biasa kami sebut mimbar...
ya tentunya karena meja itu sering kali dinaiki oleh yang lain saat ada woro-woro penting...
sekarang aku yang naik dan sedikit berteriak...
"apa kabar para penjelajahku?"
sontak saja mereka kaget, bahkan ada yang kopinya sampai tumpah saking kagetnya...
tapi semua tak adayang marah...
ingat sekali...
saat mbak Bian justru balik berteriak, "Bungsuku datang lagi..."
atau mas Langit, yang melemparku dengan pesawat-pesawatan sambil bicara, "dah lama gelap ni, kemane aje bintang bungsu?"
Beda lagi mas seno yang daritadi serius memandang laptopnya, " Setelah sekian lama, Bintang Bungsu kembali juga..."
mereka menghampiriku sekejap...
mengerubungiku seperti layaknya perompak yang hendak melumat mangsanya...
kecupan manis dari mbak-mbakku tercinta...
pipiku sampai basah...
hehehe...
sedangkan mas-mas gantengku cuma bisa nyolek-nyolek aku dengan pena nya...
sambil tertawa geli...
wah...senangnya bisa datang lagi...
setelah itu, sepasang phoniex mengajak kami semua untuk duduk di pinggir jalan...
ternyata mereka berdua sudah memesan roti bakar, martabak manis, dan cakwe goreng untuk dinikmati bersama...
Tak lupa meminta OB untuk membuatkan kami teh tubruk mantap...
Di bawah langit Rasuna...
Para Penjelajah menikmati malam dalam tatapan berbeda...
memaknai malam pada sisi berbeda...
imajinasi mereka luas terbentang...
aku percaya itu...
mereka menikmati malam...
sedangkan aku...
sambil menikmati malam...
aku juga tengah menikmati pemandangan magis lainnya...
menatapi wajah-wajah penuh semangat, inspirasi, dan ide-ide brilian...
wajah-wajah keluarga ku yang tengah menikmati Keagungan Sang Latief dengan caranya masing-masing...
Puji syukur bagi-Mu Ya Allah...
yang telah menyampaikan ku ke malam indah ini...
yang telah memberi kesempatan aku menghirup hawa cita dan cinta yang kuat ini...
Jagalah ukhuwah kami selalu ya Allah...
masih tetap biru...
masih tetap sederhana...
lukisan wajahku tetap terpajang manis di sudut nya...
bangkunya pun masih nyaman untuk diduduki...
tidak ada yang berubah...
Aku berjalan mengitari ruang penuh inspirasi itu...
dan pandangku langsung tertuju pada whiteboard di ujung ruang tengah...
aku melihatnya seksama...
tertawa kecil membaca celotehan-celotehan jenaka di dalamnya...
dan ku sadari...
nama Bintang Bungsu sudah absent terlalu lama dalam meramaikan papan itu...
Biasanya aku rajin menulis setiap kali datang...
walau hanya kata SEMANGAT dengan 3 tanda seru...
atau sekedar kalimat, "Lihat inspirasi berterbangan di mana-mana"...
aku senang...
Sudah lama memang tidak membaur dengan Para Penjelajahku yang luar biasa...
minum teh bersama...
duduk di pinggir jalan, memandangi langit, bintang, dan gemerlap lampu Rasuna...
atau makan kacang di balkon lantai 3 sambil membahas berita terhangat di negeri ini...
sudah lama memang...
Setelah kubik mungilku...
ruang selanjutnya yang ku sambangi adalah ruang Phoenix ku yang sangat ku rindukan...
betapa senangnya aku, saat aku bisa menatap sepasang wajah menyejukan itu...
ku peluk sang phoenix betina...dan si jantan pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya...
setelah puas bercengkrama singkat namun berkualitas itu...
aku menuju tengah ruangan...
berdiri diatas meja kecil yang biasa kami sebut mimbar...
ya tentunya karena meja itu sering kali dinaiki oleh yang lain saat ada woro-woro penting...
sekarang aku yang naik dan sedikit berteriak...
"apa kabar para penjelajahku?"
sontak saja mereka kaget, bahkan ada yang kopinya sampai tumpah saking kagetnya...
tapi semua tak adayang marah...
ingat sekali...
saat mbak Bian justru balik berteriak, "Bungsuku datang lagi..."
atau mas Langit, yang melemparku dengan pesawat-pesawatan sambil bicara, "dah lama gelap ni, kemane aje bintang bungsu?"
Beda lagi mas seno yang daritadi serius memandang laptopnya, " Setelah sekian lama, Bintang Bungsu kembali juga..."
mereka menghampiriku sekejap...
mengerubungiku seperti layaknya perompak yang hendak melumat mangsanya...
kecupan manis dari mbak-mbakku tercinta...
pipiku sampai basah...
hehehe...
sedangkan mas-mas gantengku cuma bisa nyolek-nyolek aku dengan pena nya...
sambil tertawa geli...
wah...senangnya bisa datang lagi...
setelah itu, sepasang phoniex mengajak kami semua untuk duduk di pinggir jalan...
ternyata mereka berdua sudah memesan roti bakar, martabak manis, dan cakwe goreng untuk dinikmati bersama...
Tak lupa meminta OB untuk membuatkan kami teh tubruk mantap...
Di bawah langit Rasuna...
Para Penjelajah menikmati malam dalam tatapan berbeda...
memaknai malam pada sisi berbeda...
imajinasi mereka luas terbentang...
aku percaya itu...
mereka menikmati malam...
sedangkan aku...
sambil menikmati malam...
aku juga tengah menikmati pemandangan magis lainnya...
menatapi wajah-wajah penuh semangat, inspirasi, dan ide-ide brilian...
wajah-wajah keluarga ku yang tengah menikmati Keagungan Sang Latief dengan caranya masing-masing...
Puji syukur bagi-Mu Ya Allah...
yang telah menyampaikan ku ke malam indah ini...
yang telah memberi kesempatan aku menghirup hawa cita dan cinta yang kuat ini...
Jagalah ukhuwah kami selalu ya Allah...


1 komentar:
Di mana kau bintang?
Posting Komentar