Menunggu

Bila menunggu satu purnama saja sudah terasa begitu sulit...
Bagaimana menunggu puluhan purnama...???

Ya lagi-lagi...ego harus dikubur dalam-dalam...
agar kekuatannya tak mengunci akal sehat dan kesabaran kita dalam ruang sempitnya...

Tapi...sisi hati yang lain berteriak-teriak...
Aku cuma manusia biasa...berdalih dengan seribu raut tak bersalah...

Ya...menunggu itu memang melelahkan...
Tapi ingatlah...
Hal yang indah itu datang tidak secara cuma-cuma..
melewati masa panjang dan penantian tersendiri...

Sama seperti saat Ali dengan ikhlas menunggu keberaniannya datang untk bisa melamar Fatimah...
Atau seperti Nabi Yusuf as yang dengan segala keikhlasan menjalani masa-masa penantian kebebasannya dari penjara...
Atau kah, mencontoh kesabaran Siti Sarah menanti buah hati yang lama diidamkan...
Dan, mencontek peristiwa kesabaran Siti hajar dan Nabi Ismail as yang menanti Nabi Ibrahim di tengah gurun pasir tak berpenghuni...

ya..ya...
Menunggu itu...
INDAH..
advertise here
advertise here
advertise here
advertise here